Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN ALAT BANTU PEMINDAHAN MATERIAL DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI HUMAN CAD (DOSH HUMANS) (Studi Kasus pada Stasiun Kerja Tahap Persiapan II PT. Agronesia Inkaba Divisi Industri Teknik Karet)
EMA RAHMAWATI (2005) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Setiap perusahaan dan pekerja tentu saja memiliki kebutuhan dan kepentingan bersama dalam mengusahakan situasi dan kondisi kerja yang nyaman dan aman (Work Safety). Dalam hal ini pada Industri Kecil dan Menangah (IKM), yang biasanya melibatkan kerja fisik yang berat dan jam kerja yang panjang. Penelitian yang dilakukan pada stasion kerja tahap persiapan II proses produksi di lantai fabrikasi perusahaan Inkaba divisi barang Teknik PT. Agronesia, menunjukan kondisi pemindahan bahan yang dilakukan oleh operator lebih sering membiasakan gerak tubuh dan sikap paksa saat bekerja baik yang melibatkan kerja mesin ataupun pekerjaan manual yang akan mempengaruhi fisik dan psikis pekerja, diantaranya dapat menyebabkan cepat lelah dan suasana kerja tidak harmonis. Beberapa hal yangyang menjadi faktor kondisi kerja kurang ergonomis, yaitu kurang tersedianya atau pemanfaatan alat Bantu sebagai fasilitas kerja yang akan mendukung proses kerja yang berlangsung. Adapun rancangan usulan alat Bantu sebagai fasilitas kerja pada perusahaan yang berupa lift table yang akan berfungsi sebagai alat pemindahan bahan dan penyimpanan sementara, berdasarkan pada pendekatan batasan angkat beban yang diperbolehkan dan data persentil antrophometri dimensi tubuh yang ditunjukan dengan simulasi Human CAD (Dosh Humans) persentil yang dipergunakan sebesar 5%. Adapun dimensi dan rancangan alat Bantu yang diusulkan diantaranya: lebar 74cm, panjang jangkauan tangan maksimum 162 cm, tinggi maksimum 92 cm atau disesuaikan dengan pengatur ketingggian.
Ringkasan Alternatif
Setiap perusahaan dan pekerja tentu saja memiliki kebutuhan dan kepentingan bersama dalam mengusahakan situasi dan kondisi kerja yang nyaman dan aman (Work Safety). Dalam hal ini pada Industri Kecil dan Menangah (IKM), yang biasanya melibatkan kerja fisik yang berat dan jam kerja yang panjang. Penelitian yang dilakukan pada stasion kerja tahap persiapan II proses produksi di lantai fabrikasi perusahaan Inkaba divisi barang Teknik PT. Agronesia, menunjukan kondisi pemindahan bahan yang dilakukan oleh operator lebih sering membiasakan gerak tubuh dan sikap paksa saat bekerja baik yang melibatkan kerja mesin ataupun pekerjaan manual yang akan mempengaruhi fisik dan psikis pekerja, diantaranya dapat menyebabkan cepat lelah dan suasana kerja tidak harmonis. Beberapa hal yangyang menjadi faktor kondisi kerja kurang ergonomis, yaitu kurang tersedianya atau pemanfaatan alat Bantu sebagai fasilitas kerja yang akan mendukung proses kerja yang berlangsung. Adapun rancangan usulan alat Bantu sebagai fasilitas kerja pada perusahaan yang berupa lift table yang akan berfungsi sebagai alat pemindahan bahan dan penyimpanan sementara, berdasarkan pada pendekatan batasan angkat beban yang diperbolehkan dan data persentil antrophometri dimensi tubuh yang ditunjukan dengan simulasi Human CAD (Dosh Humans) persentil yang dipergunakan sebesar 5%. Adapun dimensi dan rancangan alat Bantu yang diusulkan diantaranya: lebar 74cm, panjang jangkauan tangan maksimum 162 cm, tinggi maksimum 92 cm atau disesuaikan dengan pengatur ketingggian.
Sumber