Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN PENERAPAN PENGENDALIAN PROSES REPARASI
TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS PRODUK DISPENSER
DI PT. BAJA PUTIH
AHMAD AFANDI (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Dalam setiap kegiatan industri kualitas memainkan peranan yang sangat penting apabila produk yang dihasilkan ingin tetap berada dipasaran, karena dengan adanya kualitas yang baik maka produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk sejenis. PT Baja Putih adalah sebuah perusahaan yang pada awalnya bergerak dalam bidang pembuatan perlengkapan komersial dari stainless steel serta pembuatan tangki dan proses perlengkapannya sedang memperluas usahanya dengan merintis industri pembuatan dispenser air minum dan menyewakan dispensernya dengan merk dagang Classic, Linea, dan Linea NEO Classic. Dimana dalam kegiatan produksinya tidak semua produk yang dihasilkan dapat langsung dipasarkan melainkan harus dilakukan pengerjaan ulang karena produk yang tidak layak untuk digunakan oleh konsumen atau disebut produk cacat. Selain bagian produksi terdapat juga bagian reparasi yang khusus menangani produk yang dikembalikan oleh konsumen karena adanya kerusakan. Hal ini bisa terjadi karena produk yang dikeluarkan memiliki garansi.
Untuk mengurangi adanya proses pengerjaan ulang di departemen reparasi maka pada penelitian ini digunakan teknik-teknik perbaikan kualitas yang terdiri dari lembar periksa, diagram pareto, dan diagram sebab akibat. Dari lembar periksa dan diagram pareto di peroleh dua jenis cacat yaitu mesin tidak dingin dan mesin tidak panas. Data yang di plot ke dalam diagram pareto menunjukan bahwa jenis cacat yang paling tinggi yaitu mesin tidak dingin. Selanjutnya jenis cacat ini dicari penyebabnya melalui diagram sebab akibat, dan dari diagram ini diketahui adanya cacat pada produk terjadi karena disebabkan oleh empat faktor yaitu manusia, mesin, metode, dan material/bahan baku. Dari semua faktor yang ada, faktor material merupakan penyebab yang paling utama yang harus mendapatkan perhatian yang lebih serius dengan tanpa mengesampingkan faktor lainnya.
Langkah selanjutnya dari diagram sebab akibat dibuat rencana perbaikan yang meliputi perbaikan pada faktor-faktor yang sudah disebutkan diatas. Selanjutnya rencana perbaikan itu diterapkan pada departemen reparasi. Setelah diperoleh hasilnya ternyata cacat mesin tidak dingin yang terjadi di bagian reparasi mengalami penurunan sekitar 37,74% di bandingkan kecacatan pada saat sebelum dilakukan perbaikan. Artinya cacat mesin tidak dingin berkurang sebanyak 2,04% dari yang semula 5,48% menjadi 3,44% produk cacat selama satu periode.
Ringkasan Alternatif
Dalam setiap kegiatan industri kualitas memainkan peranan yang sangat penting apabila produk yang dihasilkan ingin tetap berada dipasaran, karena dengan adanya kualitas yang baik maka produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk sejenis. PT Baja Putih adalah sebuah perusahaan yang pada awalnya bergerak dalam bidang pembuatan perlengkapan komersial dari stainless steel serta pembuatan tangki dan proses perlengkapannya sedang memperluas usahanya dengan merintis industri pembuatan dispenser air minum dan menyewakan dispensernya dengan merk dagang Classic, Linea, dan Linea NEO Classic. Dimana dalam kegiatan produksinya tidak semua produk yang dihasilkan dapat langsung dipasarkan melainkan harus dilakukan pengerjaan ulang karena produk yang tidak layak untuk digunakan oleh konsumen atau disebut produk cacat. Selain bagian produksi terdapat juga bagian reparasi yang khusus menangani produk yang dikembalikan oleh konsumen karena adanya kerusakan. Hal ini bisa terjadi karena produk yang dikeluarkan memiliki garansi.
Untuk mengurangi adanya proses pengerjaan ulang di departemen reparasi maka pada penelitian ini digunakan teknik-teknik perbaikan kualitas yang terdiri dari lembar periksa, diagram pareto, dan diagram sebab akibat. Dari lembar periksa dan diagram pareto di peroleh dua jenis cacat yaitu mesin tidak dingin dan mesin tidak panas. Data yang di plot ke dalam diagram pareto menunjukan bahwa jenis cacat yang paling tinggi yaitu mesin tidak dingin. Selanjutnya jenis cacat ini dicari penyebabnya melalui diagram sebab akibat, dan dari diagram ini diketahui adanya cacat pada produk terjadi karena disebabkan oleh empat faktor yaitu manusia, mesin, metode, dan material/bahan baku. Dari semua faktor yang ada, faktor material merupakan penyebab yang paling utama yang harus mendapatkan perhatian yang lebih serius dengan tanpa mengesampingkan faktor lainnya.
Langkah selanjutnya dari diagram sebab akibat dibuat rencana perbaikan yang meliputi perbaikan pada faktor-faktor yang sudah disebutkan diatas. Selanjutnya rencana perbaikan itu diterapkan pada departemen reparasi. Setelah diperoleh hasilnya ternyata cacat mesin tidak dingin yang terjadi di bagian reparasi mengalami penurunan sekitar 37,74% di bandingkan kecacatan pada saat sebelum dilakukan perbaikan. Artinya cacat mesin tidak dingin berkurang sebanyak 2,04% dari yang semula 5,48% menjadi 3,44% produk cacat selama satu periode.