Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERAS IR 64
BERDASARKAN PERMINTAAN DI PT. SUAR AGRO INDUSTRI
WARUNG KONDANG – CIANJUR
Dadan Taryana (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Dunia industri yang semakin maju dan berkembang, akan menimbulkan masalah
dan persaingan yang semakin kompleks bagi suatu perusahaan dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Seiring suatu perusahaan dihadapkan pada masalah
pengambilan keputusan dengan cepat, agar kegiatan produksi dapat berjalan
dengan lancar.
PT. Suar Agro Industri merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi
Beras unggulan Cianjur seperti beras Pandanwangi, Sintanur dan IR 64. Salah satu
faktor penting dalam perencanaan produksi yang harus diperhatikan oleh PT. Suar
Agro Industri adalah pengendalian persediaan yang masih berpatokan pada intuisi
atau kebiasaan kepala bagian pembelian tanpa memperhitungkan besarnya ongkos
persediaan yang dikeluarkan. Perusahaan melakukan pembelian bahan baku beras
apabila persediaannya sudah habis atau dengan cara membeli bahan baku yang
banyak lalu disimpan di gudang.
Permasalahan ini timbul akibat bervariasinya permintaan beras dari waktu ke
waktu, maka perusahaan merasa kesulitan memperkirakan jumlah persediaan
bahan baku beras, khususnya untuk beras IR 64 yang akhir-akhir ini
permintaannya makin meningkat dibandingkan dengan beras lainnya, terkadang
menyebabkan tingkat persediaan tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan atau
dengan kata lain kekurangan persediaan sehingga kelancaran produksi menjadi
terganggu. Untuk mengatasi masalah itu, peneliti menggunakan tiga metode
peramalan (Moving Average), (Eksponential smoothing), dan (Regresi Linier)
untuk peramalan penjualan masa yang akan datang, dan tujuh metode Lot Sizing
(Lot For Lot), (Economic Order Quantity), (Fixed Order Quantity), (Period Order
Quantity), (Silver Meal), (Fixed Period Requirement), (Least Unit Cost) untuk
pengendalian persediaan bahan baku beras IR 64.
Dari pengolahan data metode peramalan yang dipilih adalah metode Regresi
Linier, keputusan yang diambil berdasarkan nilai MSE terkecil yaitu 6.474.426.
Untuk mengetahui apakah data yang didapat dari peramalan yang terpilih berada
di dalam atau di luar batas kontrol yang ada menggunakan Moving Range Chart,
setelah diolah semua data berada dalam daerah batas kontrol. Langkah selanjutnya
melakukan uji distribusi data permintaan beras IR 64, setelah dilakukan uji
distribusi, bahwa data permintaan beras IR 64 berdistribusikan normal. Setelah
diketahui jumlah kebutuhan permintaan yang akan datang, langkah selanjutnya
adalah melakukan pengendalian persediaan bahan baku beras IR 64 dengan mengunakan metode Lot Sizing. Ongkos sistem persediaan yang dilibatkan terdiri
dari, ongkos pemesanan bahan baku dan ongkos penyimpanan. Dari ketujuh
metode Lot Sizing yang dipakai pada penelitian ini, metode yang terpilih adalah
metode Lot For Lot, Silver Meal dan Least Unit Cost keputusan yang diambil
berdasarkan ongkos total terkecil yaitu masing-masing memiliki ongkos total
sama sebesar Rp. 480.000.
Ringkasan Alternatif
Dunia industri yang semakin maju dan berkembang, akan menimbulkan masalah
dan persaingan yang semakin kompleks bagi suatu perusahaan dalam menjalankan
kegiatan usahanya. Seiring suatu perusahaan dihadapkan pada masalah
pengambilan keputusan dengan cepat, agar kegiatan produksi dapat berjalan
dengan lancar.
PT. Suar Agro Industri merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi
Beras unggulan Cianjur seperti beras Pandanwangi, Sintanur dan IR 64. Salah satu
faktor penting dalam perencanaan produksi yang harus diperhatikan oleh PT. Suar
Agro Industri adalah pengendalian persediaan yang masih berpatokan pada intuisi
atau kebiasaan kepala bagian pembelian tanpa memperhitungkan besarnya ongkos
persediaan yang dikeluarkan. Perusahaan melakukan pembelian bahan baku beras
apabila persediaannya sudah habis atau dengan cara membeli bahan baku yang
banyak lalu disimpan di gudang.
Permasalahan ini timbul akibat bervariasinya permintaan beras dari waktu ke
waktu, maka perusahaan merasa kesulitan memperkirakan jumlah persediaan
bahan baku beras, khususnya untuk beras IR 64 yang akhir-akhir ini
permintaannya makin meningkat dibandingkan dengan beras lainnya, terkadang
menyebabkan tingkat persediaan tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan atau
dengan kata lain kekurangan persediaan sehingga kelancaran produksi menjadi
terganggu. Untuk mengatasi masalah itu, peneliti menggunakan tiga metode
peramalan (Moving Average), (Eksponential smoothing), dan (Regresi Linier)
untuk peramalan penjualan masa yang akan datang, dan tujuh metode Lot Sizing
(Lot For Lot), (Economic Order Quantity), (Fixed Order Quantity), (Period Order
Quantity), (Silver Meal), (Fixed Period Requirement), (Least Unit Cost) untuk
pengendalian persediaan bahan baku beras IR 64.
Dari pengolahan data metode peramalan yang dipilih adalah metode Regresi
Linier, keputusan yang diambil berdasarkan nilai MSE terkecil yaitu 6.474.426.
Untuk mengetahui apakah data yang didapat dari peramalan yang terpilih berada
di dalam atau di luar batas kontrol yang ada menggunakan Moving Range Chart,
setelah diolah semua data berada dalam daerah batas kontrol. Langkah selanjutnya
melakukan uji distribusi data permintaan beras IR 64, setelah dilakukan uji
distribusi, bahwa data permintaan beras IR 64 berdistribusikan normal. Setelah
diketahui jumlah kebutuhan permintaan yang akan datang, langkah selanjutnya
adalah melakukan pengendalian persediaan bahan baku beras IR 64 dengan mengunakan metode Lot Sizing. Ongkos sistem persediaan yang dilibatkan terdiri
dari, ongkos pemesanan bahan baku dan ongkos penyimpanan. Dari ketujuh
metode Lot Sizing yang dipakai pada penelitian ini, metode yang terpilih adalah
metode Lot For Lot, Silver Meal dan Least Unit Cost keputusan yang diambil
berdasarkan ongkos total terkecil yaitu masing-masing memiliki ongkos total
sama sebesar Rp. 480.000.