Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN PENINGKATAN KUALITAS JASA PERHOTELAN
DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF QUALITY (HOQ)
(Studi Kasus di Karang Setra Hotel Spa & Cottages)
FENDI FAHRUDIN (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Banyaknya usaha perhotelan di Bandung menyebabkan persaingan pada industri
perhotelan semakin ketat. Persaingan ini menuntut manajemen hotel untuk
melakukan penilaian diri terhadap kondisi kualitas layanan jasanya berdasarkan
kepuasan tamu. Kepuasan yang dirasakan oleh tamu akan meningkat sesuai
peningkatan kualitas layanan jasa yang dilakukan oleh pihak hotel tersebut.
Sebelum melakukan perbaikan kualitas maka pihak hotel harus menentukan
prioritas perbaikan. Peningkatan kualitas layanan jasa salah satunya adalah dengan
menggunakan metoda House of Quality (HOQ) yang merupakan sentral dari
Quality Function Deployment (QFD).
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan tamu
akan pelayanan di Karang Setra Hotel Spa & Cottages berdasarkan 5 dimensi
kualitas (Tangibles, Reliability, Assurance, Responsiveness, dan Empati),
mengevaluasi kualitas layanan jasa hotel dengan mengetahui harapan dan
penilaian tamu, kemudian memberikan masukan kepada pihak hotel mengenai
layanan jasa yang harus diperbaiki dan dikembangkan untuk meningkatkan
kualitas layanan.
Langkah awal penelitian ini adalah dengan wawancara, baik kepada tamu maupun
pihak pengembang untuk mengetahui atribut kebutuhan dan keinginan konsumen
serta karakteristik teknis dari hotel kemudian menyebarkan kuisoner untuk
mengetahui harapan dan penilaian tamu. Setelah itu dilakukan pengolahan data
dengan menggunakan metoda House of Quality (HOQ) yang diawali dengan
pembuatan planning matrix sampai dengan penghitungan bobot dan prioritas
karakteristik teknis.
Output dari planning matrix adalah prioritas kebutuhan dan keinginan tamu yang
akan ditingkatkan oleh manajemen hotel dan yang dianggap penting oleh tamu
adalah kolam renang, tempat fitness, spa & pijat, kenyamanan kamar dan cottages,
kebersihan kamar dan cottages, kebersihan fasilitas umum, restoran/bar yang
menarik dan nyaman, televisi dan pilihan channel, tersedianya kopi, teh, gula
secara gratis untu dimensi tangibles, pemesanan/reservasi kamar, layanan room
service, layanan penitipan barang berharga, layanan restoran/bar, dan layanan
binatu untuk dimensi reliability, jaminan keamanan selama menginap untuk
dimensi assurance, pelayanan saat check in dan check out serta kecepatan
pelayanan yang diberikan karyawan untuk dimensi responsiveness dan yang
ii
terakhir yaitu dimensi emphaty adalah Informasi yang jelas dan dimengerti tentang
fasilitas hotel, tempat wisata dan pusat perbelanjaan, dan penanganan yang cepat
terhadap keluhan tamu. Kemudian diterjemahkan oleh pihak manajemen hotel
dalam karakteristik teknis. Dari matrik hubungan dan perhitungan bobot masingmasing
karakteristik teknis yang harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginan tamu yang telah difokuskan oleh manajemen hotel yaitu Redesain
interior dan perabotan kamar, kelengkapan fasilitas kamar, kejujuran dan
keramahan karyawan, tanggapan terhadap keluhan tamu, pengembangan produk
makanan dan minuman, pelayanan sesuai dengan prosedur standar operasi front
office, dan peningkatan keamanan hotel. Dari prioritas karakteristik teknis tersebut
maka hotel menentukan target untuk mencapai hasil maksimal dalam peningkatan
kualitas layanan jasa.
Ringkasan Alternatif
Banyaknya usaha perhotelan di Bandung menyebabkan persaingan pada industri
perhotelan semakin ketat. Persaingan ini menuntut manajemen hotel untuk
melakukan penilaian diri terhadap kondisi kualitas layanan jasanya berdasarkan
kepuasan tamu. Kepuasan yang dirasakan oleh tamu akan meningkat sesuai
peningkatan kualitas layanan jasa yang dilakukan oleh pihak hotel tersebut.
Sebelum melakukan perbaikan kualitas maka pihak hotel harus menentukan
prioritas perbaikan. Peningkatan kualitas layanan jasa salah satunya adalah dengan
menggunakan metoda House of Quality (HOQ) yang merupakan sentral dari
Quality Function Deployment (QFD).
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan tamu
akan pelayanan di Karang Setra Hotel Spa & Cottages berdasarkan 5 dimensi
kualitas (Tangibles, Reliability, Assurance, Responsiveness, dan Empati),
mengevaluasi kualitas layanan jasa hotel dengan mengetahui harapan dan
penilaian tamu, kemudian memberikan masukan kepada pihak hotel mengenai
layanan jasa yang harus diperbaiki dan dikembangkan untuk meningkatkan
kualitas layanan.
Langkah awal penelitian ini adalah dengan wawancara, baik kepada tamu maupun
pihak pengembang untuk mengetahui atribut kebutuhan dan keinginan konsumen
serta karakteristik teknis dari hotel kemudian menyebarkan kuisoner untuk
mengetahui harapan dan penilaian tamu. Setelah itu dilakukan pengolahan data
dengan menggunakan metoda House of Quality (HOQ) yang diawali dengan
pembuatan planning matrix sampai dengan penghitungan bobot dan prioritas
karakteristik teknis.
Output dari planning matrix adalah prioritas kebutuhan dan keinginan tamu yang
akan ditingkatkan oleh manajemen hotel dan yang dianggap penting oleh tamu
adalah kolam renang, tempat fitness, spa & pijat, kenyamanan kamar dan cottages,
kebersihan kamar dan cottages, kebersihan fasilitas umum, restoran/bar yang
menarik dan nyaman, televisi dan pilihan channel, tersedianya kopi, teh, gula
secara gratis untu dimensi tangibles, pemesanan/reservasi kamar, layanan room
service, layanan penitipan barang berharga, layanan restoran/bar, dan layanan
binatu untuk dimensi reliability, jaminan keamanan selama menginap untuk
dimensi assurance, pelayanan saat check in dan check out serta kecepatan
pelayanan yang diberikan karyawan untuk dimensi responsiveness dan yang
ii
terakhir yaitu dimensi emphaty adalah Informasi yang jelas dan dimengerti tentang
fasilitas hotel, tempat wisata dan pusat perbelanjaan, dan penanganan yang cepat
terhadap keluhan tamu. Kemudian diterjemahkan oleh pihak manajemen hotel
dalam karakteristik teknis. Dari matrik hubungan dan perhitungan bobot masingmasing
karakteristik teknis yang harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginan tamu yang telah difokuskan oleh manajemen hotel yaitu Redesain
interior dan perabotan kamar, kelengkapan fasilitas kamar, kejujuran dan
keramahan karyawan, tanggapan terhadap keluhan tamu, pengembangan produk
makanan dan minuman, pelayanan sesuai dengan prosedur standar operasi front
office, dan peningkatan keamanan hotel. Dari prioritas karakteristik teknis tersebut
maka hotel menentukan target untuk mencapai hasil maksimal dalam peningkatan
kualitas layanan jasa.