Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK STRAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI CV. KIRANYATA TEKNIK BANDUNG.
HENNY SUSANTI (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
CV. KIRANYATA Teknik adalah perusahaan yang bergerak pada bidang industri manufaktur yang memproduksi produk spare part untuk kendaraan mobil. Selama penelitian ini masalah utama yang dihadapi CV. KIRANYATA Teknik adalah jumlah produk cacat yang terjadi. Oleh sebab itu CV. KIRANYATA Teknik perlu melakukan upaya perbaikan untuk meminimasi produk cacat dan meningkatkan kualitas secara terus menerus dengan menganalisa dan mengendalikan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kualitas produknya. Six Sigma merupakan sebuah metode peningkatan kualitas produk dengan mengurangi jumlah produk cacat. Tahapan-tahapan dari implementasi Six Sigma adalah Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Pada tugas akhir ini dilakukan empat tahap dari lima tahap yang ada dalam metode Six Sigma, yaitu Define, Measure, Analyze, dan Improve. Dari hasil pengukuran didapat DPMO proses terendah yaitu bulan januari 2006 sebesar 4203 DPMO dengan level sigma 4.13 sigma. Faktor penyebab cacat adalah karakteristik material tidak tepat, penyimpanan hasil produksi di lantai, bahan bantalan tidak sesuai, pemisahan part disobek, pen aus, kondisi moulding kotor, operator tidak teliti. Usulan perbaikan yang diajukan untuk faktor penyebab cacat pada produk strap adalah membuat standar pengukuran dan kondisi yang tepat, menyediakan tempat khusus produk, membuat standar spesifikasi bahan bantalan, pemisahan part digunting, melakukan perawatan dan penggantian bagian mesin secara berkala, melakukan pembersihan sebelum dan sesudah menggunakan moulding, melakukan pengawasan, mengevaluasi kerja, memberikan pembelajaran kedisiplinan kerja dan pengetahuan mengenai kualitas.
Ringkasan Alternatif
CV. KIRANYATA Teknik adalah perusahaan yang bergerak pada bidang industri manufaktur yang memproduksi produk spare part untuk kendaraan mobil. Selama penelitian ini masalah utama yang dihadapi CV. KIRANYATA Teknik adalah jumlah produk cacat yang terjadi. Oleh sebab itu CV. KIRANYATA Teknik perlu melakukan upaya perbaikan untuk meminimasi produk cacat dan meningkatkan kualitas secara terus menerus dengan menganalisa dan mengendalikan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kualitas produknya. Six Sigma merupakan sebuah metode peningkatan kualitas produk dengan mengurangi jumlah produk cacat. Tahapan-tahapan dari implementasi Six Sigma adalah Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Pada tugas akhir ini dilakukan empat tahap dari lima tahap yang ada dalam metode Six Sigma, yaitu Define, Measure, Analyze, dan Improve. Dari hasil pengukuran didapat DPMO proses terendah yaitu bulan januari 2006 sebesar 4203 DPMO dengan level sigma 4.13 sigma. Faktor penyebab cacat adalah karakteristik material tidak tepat, penyimpanan hasil produksi di lantai, bahan bantalan tidak sesuai, pemisahan part disobek, pen aus, kondisi moulding kotor, operator tidak teliti. Usulan perbaikan yang diajukan untuk faktor penyebab cacat pada produk strap adalah membuat standar pengukuran dan kondisi yang tepat, menyediakan tempat khusus produk, membuat standar spesifikasi bahan bantalan, pemisahan part digunting, melakukan perawatan dan penggantian bagian mesin secara berkala, melakukan pembersihan sebelum dan sesudah menggunakan moulding, melakukan pengawasan, mengevaluasi kerja, memberikan pembelajaran kedisiplinan kerja dan pengetahuan mengenai kualitas.
Sumber