Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN SISTEM PEMBERIAN UPAH PERANGSANG
BAGI MASINIS DAN ASISTEN MASINIS
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI KERJA
DI PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)
NELI MULYASARI (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
PT Kereta Api Indonesia (Pesero) merupakan salah satu perusahaan Badan Umum
Milik Negara (BUMN) yang memiliki tugas menyelenggarakan jasa pelayanan di
bidang transportasi kereta api di Indonesia. Penurunan prestasi kerja pada masinis
dan asisten masinis dapat mengakibatkan keterlambatan jadual keberangkatan dan
kedatangan kereta api.
Terdapat banyak aspek yang dapat meningkatkan prestasi kerja untuk memenuhi
kepuasan penumpang kereta api. Salah satunya dengan cara pemberian upah
perangsang untuk masinis dan asisten masinis berdasarkan jumlah waktu yang
dihemat, yaitu dengan metode Hasley, metode Rowan, dan metode Bedaux.
Upah yang akan di terima masinis dan asisten masinis dengan rute perjalanan
Bandung-Jakarta-Bandung, lama dinasan sebesar 9 jam dan persen premi (jumlah
waktu yang mampu dihemat) sebesar 56%, jika menggunakan metode yang
berlaku diperusahaan yaitu sebesar Rp.16.540,- (masinis) dan Rp. 14.032,-
(asisten masinis). Sedangkan jika menggunakan usulan upah perangsang dengan
metode Hasley upahnya sebesar Rp.25.620,-(masinis) dan Rp.21.350,- (asisten
masinis), metode Rowan upahnya sebesar Rp. 18.060,- (masinis) dan Rp. 15.050,-
(asisten masinis) dan dengan metode Bedaux upahnya sebesar Rp. Rp. 37.500,-
(masinis) dan Rp. Rp. 31.250,- (asisten masinis). Jumlah masing-masing upah
perangsang ini lebih besar dari jumlah upah yang berlaku di perusahaan, dan
metode yang terpilih dari ketiga usulan ini adalah metode Hasley dengan jumlah
upah paling besar. Dengan begitu metode Hasley digunakan sebagai metode
usulan sistem pemberian upah perangsang bagi masinis dan asisten masinis.
Usulan pemberian upah dengan menggunakan metode Hasley diharapkan dapat
meningkatkan prestasi kerja masinis dan asisten masinis, yaitu dalam bentuk
penghematan waktu. Penghematan ini dapat dilakukan dengan pengkajian ulang
pada proses administrasi, supaya seluruh awak kereta api dapat menjalani
prosesnya dengan cepat dan tepat tanpa menghilangkan ketentuan yang berlaku,
sehingga kepuasan penumpang dapat terpenuhi.
Ringkasan Alternatif
PT Kereta Api Indonesia (Pesero) merupakan salah satu perusahaan Badan Umum
Milik Negara (BUMN) yang memiliki tugas menyelenggarakan jasa pelayanan di
bidang transportasi kereta api di Indonesia. Penurunan prestasi kerja pada masinis
dan asisten masinis dapat mengakibatkan keterlambatan jadual keberangkatan dan
kedatangan kereta api.
Terdapat banyak aspek yang dapat meningkatkan prestasi kerja untuk memenuhi
kepuasan penumpang kereta api. Salah satunya dengan cara pemberian upah
perangsang untuk masinis dan asisten masinis berdasarkan jumlah waktu yang
dihemat, yaitu dengan metode Hasley, metode Rowan, dan metode Bedaux.
Upah yang akan di terima masinis dan asisten masinis dengan rute perjalanan
Bandung-Jakarta-Bandung, lama dinasan sebesar 9 jam dan persen premi (jumlah
waktu yang mampu dihemat) sebesar 56%, jika menggunakan metode yang
berlaku diperusahaan yaitu sebesar Rp.16.540,- (masinis) dan Rp. 14.032,-
(asisten masinis). Sedangkan jika menggunakan usulan upah perangsang dengan
metode Hasley upahnya sebesar Rp.25.620,-(masinis) dan Rp.21.350,- (asisten
masinis), metode Rowan upahnya sebesar Rp. 18.060,- (masinis) dan Rp. 15.050,-
(asisten masinis) dan dengan metode Bedaux upahnya sebesar Rp. Rp. 37.500,-
(masinis) dan Rp. Rp. 31.250,- (asisten masinis). Jumlah masing-masing upah
perangsang ini lebih besar dari jumlah upah yang berlaku di perusahaan, dan
metode yang terpilih dari ketiga usulan ini adalah metode Hasley dengan jumlah
upah paling besar. Dengan begitu metode Hasley digunakan sebagai metode
usulan sistem pemberian upah perangsang bagi masinis dan asisten masinis.
Usulan pemberian upah dengan menggunakan metode Hasley diharapkan dapat
meningkatkan prestasi kerja masinis dan asisten masinis, yaitu dalam bentuk
penghematan waktu. Penghematan ini dapat dilakukan dengan pengkajian ulang
pada proses administrasi, supaya seluruh awak kereta api dapat menjalani
prosesnya dengan cepat dan tepat tanpa menghilangkan ketentuan yang berlaku,
sehingga kepuasan penumpang dapat terpenuhi.