Logo Eventkampus
Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MRP DAN KANBAN PEMASOK PADA PROSES PERENCANAAN PRODUKSI DI CV. DWI LESTARI
FREDY PERDIANSIAH (2008) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
CV. Dwi Lestari selalu berusaha untuk selalu bertahan dan menepati janji dalam penyampaian produk yang dipesan. Dalam permasalahannya CV. Dwi Lestari mengalami masalah pada ketidakteraturan pada proses persediaan. Salah satu cara untuk pemecahan permasalahan tersebut adalah dengan melakukan perencanaan terhadap kebutuhan bahan baku yang akan digunakan dalam proses pembuatan sepatu dan sandal. Oleh karena itu perencanaan kebutuhan bahan baku yang baik merupakan solusi dari permasalahan-permasalahan diatas. Untuk dapat melakukan penelitian, maka sebelumnya harus ada landasan teori yang mendukung pada penelitian tersebut. Ada beberapa landasan teori yang mendukung penelitian, yaitu : peramalan, proses disagregasi, perencanaan produksi, jadwal induk produksi, dan perencanaan kebutuhan material, serta penambahan pada sebagian teori dari metode kanban yaitu kanban pemasok. Dalam pengolahan data analisis kebutuhan data diambil berdasar data masa lalu dan dilakukan pengolahan secara traditional, yaitu data dipakai langsung untuk proses perencanaan produksi agregat. Dalam melakukan perencanaan produksi agregat, metode yang dipakai adalah metode transportasi (model least cost). Hasil dari proses perencanaan agregat dilakukan persen proporsi data yang akan digunakan pada proses disagregasi, dengan memakai metode britan & hax maka dilakukan perhitungan pada disagregasi family dan disagregasi item, data dari proses disagregasi adalah berupa master schedule yang digunakan pada proses perhitungan master production schedule. Pada pengolahan data material requirement planning terdapat beberapa metode lotting dan berdasarkan cost terkecil metode yang terpilih adalah metode lot for lot. Output dari material requirement planning ini digunakan sebagai input dari pengolahan data pada proses manajemen pengendalian persediaan dengan menggunakan metode kanban pemasok. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem yang dipakai merupakan sistem manajemen persediaan dengan model traditional, hal tersebut dikarenakan strategi pemasaran yang digunakan adalah make to order. Perbandingan nilai Cost yang terjadi antara Ongkos setup dan Ongkos Simpan adalah Rp. 7.978.125 (Sistem Perusahaan) dan Rp. 40.326,75 (Hasil Penelitian). Inti dari metode kanban pemasok adalah pada proses pengiriman bahan baku yaitu, sewaktu 3 unit transportasi melakukan pengiriman dan kembali, maka 1 unit transportasi melakukan siap muat di gudang pemasok. Dengan dilakukannya perhitungan usulan dan dilakukan analisa, maka diharapkan ketidakteraturan pada proses persediaan di CV. Dwi Lestari dapat diminimalisir.
Ringkasan Alternatif
CV. Dwi Lestari selalu berusaha untuk selalu bertahan dan menepati janji dalam penyampaian produk yang dipesan. Dalam permasalahannya CV. Dwi Lestari mengalami masalah pada ketidakteraturan pada proses persediaan. Salah satu cara untuk pemecahan permasalahan tersebut adalah dengan melakukan perencanaan terhadap kebutuhan bahan baku yang akan digunakan dalam proses pembuatan sepatu dan sandal. Oleh karena itu perencanaan kebutuhan bahan baku yang baik merupakan solusi dari permasalahan-permasalahan diatas. Untuk dapat melakukan penelitian, maka sebelumnya harus ada landasan teori yang mendukung pada penelitian tersebut. Ada beberapa landasan teori yang mendukung penelitian, yaitu : peramalan, proses disagregasi, perencanaan produksi, jadwal induk produksi, dan perencanaan kebutuhan material, serta penambahan pada sebagian teori dari metode kanban yaitu kanban pemasok. Dalam pengolahan data analisis kebutuhan data diambil berdasar data masa lalu dan dilakukan pengolahan secara traditional, yaitu data dipakai langsung untuk proses perencanaan produksi agregat. Dalam melakukan perencanaan produksi agregat, metode yang dipakai adalah metode transportasi (model least cost). Hasil dari proses perencanaan agregat dilakukan persen proporsi data yang akan digunakan pada proses disagregasi, dengan memakai metode britan & hax maka dilakukan perhitungan pada disagregasi family dan disagregasi item, data dari proses disagregasi adalah berupa master schedule yang digunakan pada proses perhitungan master production schedule. Pada pengolahan data material requirement planning terdapat beberapa metode lotting dan berdasarkan cost terkecil metode yang terpilih adalah metode lot for lot. Output dari material requirement planning ini digunakan sebagai input dari pengolahan data pada proses manajemen pengendalian persediaan dengan menggunakan metode kanban pemasok. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem yang dipakai merupakan sistem manajemen persediaan dengan model traditional, hal tersebut dikarenakan strategi pemasaran yang digunakan adalah make to order. Perbandingan nilai Cost yang terjadi antara Ongkos setup dan Ongkos Simpan adalah Rp. 7.978.125 (Sistem Perusahaan) dan Rp. 40.326,75 (Hasil Penelitian). Inti dari metode kanban pemasok adalah pada proses pengiriman bahan baku yaitu, sewaktu 3 unit transportasi melakukan pengiriman dan kembali, maka 1 unit transportasi melakukan siap muat di gudang pemasok. Dengan dilakukannya perhitungan usulan dan dilakukan analisa, maka diharapkan ketidakteraturan pada proses persediaan di CV. Dwi Lestari dapat diminimalisir.
Sumber
Judul Serupa
  • USULAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MRP DAN KANBAN PEMASOK PADA PROSES PERENCANAAN PRODUKSI DI PT. VONEX INDONESIA.