Perpustakaan judul masih dalam tahap pengembangan, admin siap menampung kritik dan saran
USULAN SISTEM UPAH PERANGSANG DI PT.EWINDO
DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPAH PERANGSANG
POLA TUGAS BONUS GANT, POLA PREMI MENURUT
ROWAN, DAN POLA MENURUT HALSEY
DUDI MULYADI (2006) | Skripsi | Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri , Teknik Industri
Bagikan
Ringkasan
Seiring dengan meningkatnya kegiatan industri terutama semakin
meningkatnya akan permintaaan produk hingga persaingan produk tersebut di
pasaran, sehingga menuntut agar perusahaan untuk mempertahankan serta
meningkatkan produknya dan dari hal ini perlunya perhatian terahadap aspek
manajemen dan administrasi serta strategi yang baik guna menghadapi
perkembangan dunia industri yang lebih kompleks.
Bertitik tolak dari hal tersebut diatas suatu perusahaan pasti bertitik tolak
dan bertumpu terhadap pekerjanya, maka masalah upah khususnya pemberian
upah perangsang harus mendapat perhatian penting dari perusahaan, karena
melalui pemberian upah perangsang ini akan meningkatkan kenerja serta
produktivitas perusahaan . Upah atau gaji merupakan substansi yang sangat
penting dan menentukan dalam manajemen tenaga kerja, karena upah atau gaji
adalah imbalan (kompensasi) terhadap prestasi kontribusi yang diberikan pekerja
dalam rangka pencapaian sasaran dan motivasi produktivitas.
Dalam penelitian ini penulis mencoba menguraikan tiga metode rancangan
upah perangsang . Adapun metode-metode tersebut adalah Pola Premi menurut
Halsey, Pola Premi menurut Rowan, dan Pola Premi tugas dan Bonus Gantt. Dari
ketiga metode tersebut diperoleh solusi yang berbeda-beda satu dengan yang
lainnya tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu memberikan bonus atau upah
perangsang bagi para pekerja yang dapat menghasilkan output yang lebih besar
dari standar produksi perusahan.
Berdasarkan pengolahan, serta analisis yang dilakukuan, metode pola
premi menurut Halsey menunjukkan upah perangsang yang nilainya sesuai untuk
diterapkan perusahaan yaitu; pada bulan Januari sebesar Rp 27212, Febuari
Rp26577, Maret Rp24369, April Rp 25482, Mei Rp 23002, dan Juni Rp23611.
Berdasarkan perhitungan dari ketiga metode tersebut, maka metode yang
terpilih adalah metode Halsey dimana metode tersebut merupakan metode dengan
sistem pemberian bonus yang cukup adil bagi pekerja maupun bagi perusahaannya
sendiri.
Ringkasan Alternatif
Seiring dengan meningkatnya kegiatan industri terutama semakin
meningkatnya akan permintaaan produk hingga persaingan produk tersebut di
pasaran, sehingga menuntut agar perusahaan untuk mempertahankan serta
meningkatkan produknya dan dari hal ini perlunya perhatian terahadap aspek
manajemen dan administrasi serta strategi yang baik guna menghadapi
perkembangan dunia industri yang lebih kompleks.
Bertitik tolak dari hal tersebut diatas suatu perusahaan pasti bertitik tolak
dan bertumpu terhadap pekerjanya, maka masalah upah khususnya pemberian
upah perangsang harus mendapat perhatian penting dari perusahaan, karena
melalui pemberian upah perangsang ini akan meningkatkan kenerja serta
produktivitas perusahaan . Upah atau gaji merupakan substansi yang sangat
penting dan menentukan dalam manajemen tenaga kerja, karena upah atau gaji
adalah imbalan (kompensasi) terhadap prestasi kontribusi yang diberikan pekerja
dalam rangka pencapaian sasaran dan motivasi produktivitas.
Dalam penelitian ini penulis mencoba menguraikan tiga metode rancangan
upah perangsang . Adapun metode-metode tersebut adalah Pola Premi menurut
Halsey, Pola Premi menurut Rowan, dan Pola Premi tugas dan Bonus Gantt. Dari
ketiga metode tersebut diperoleh solusi yang berbeda-beda satu dengan yang
lainnya tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu memberikan bonus atau upah
perangsang bagi para pekerja yang dapat menghasilkan output yang lebih besar
dari standar produksi perusahan.
Berdasarkan pengolahan, serta analisis yang dilakukuan, metode pola
premi menurut Halsey menunjukkan upah perangsang yang nilainya sesuai untuk
diterapkan perusahaan yaitu; pada bulan Januari sebesar Rp 27212, Febuari
Rp26577, Maret Rp24369, April Rp 25482, Mei Rp 23002, dan Juni Rp23611.
Berdasarkan perhitungan dari ketiga metode tersebut, maka metode yang
terpilih adalah metode Halsey dimana metode tersebut merupakan metode dengan
sistem pemberian bonus yang cukup adil bagi pekerja maupun bagi perusahaannya
sendiri.