Tuai Antusiasme Tinggi, ITS Kembali Gelar EJx Virtual

access_time | label Berita
Tuai Antusiasme Tinggi, ITS Kembali Gelar EJx Virtual

Untuk mengulas kembali, EJx merupakan bentuk kegiatan kerjasama dan sister state antara Jawa Timur dengan pemerintahan/institusi mitra luar negeri. Keterlibatan kampus menjadi modal strategis bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan mitra luar negeri dalam mendekatkan hubungan antar masyarakatnya serta juga memberikan masukan konstruktif bagi pengambilan kebijakan di masa mendatang.

Direktur Kemitraan Global ITS Dr Maria Anityasari ST ME mengatakan bahwa pada awalnya program ini hanya dibuat dalam dua batch dalam satu tahun, yakni bulan Agustus dan September. Akan tetapi, karena adanya permintaan yang sangat tinggi termasuk dari universitas mitra di Australia Barat, diadakanlah batch September. “Perbedaannya pada waktu pelaksanaan,” ujar Maria.

Berkenaan dengan waktu pelaksanaan, Maria menjelaskan bahwa pada periode September ini kegiatan tidak dilaksanakan setiap hari seperti pada periode sebelumnya. Melainkan, program EJx hanya hadir setiap malam di hari Jumat dan Sabtu. “Namun, untuk kurun waktu mulai 28 September dilaksanakan satu minggu penuh karena adanya semester break di kampus mitra,” terang dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri tersebut.

Selama program, seluruh peserta akan berkolaborasi bersama dan meningkatkan wawasan serta pengalaman mereka melalui pembelajaran topik-topik khusus yang menjadi keunggulan setiap universitas host di Jawa Timur. Juga mengunjungi secara virtual beberapa keunikan wisata di provinsi terbesar kedua dalam hal populasi dan modernisasi di Indonesia.

Adapun dalam periode bulan September, kegiatan ini diikuti oleh 36 mahasiswa internasional yang berasal dari lima negara. Antara lain, Cavite State University Main-Campus dan Far Eastern University di Filipina, Rajamangala University of Technology Krungthep, International College University of Technology Krungthep, dan Mae Fah Luang University di Thailand, Murdoch University, University of Notre Dame, dan University of Western Australia di Australia Saga University, Osaka University, Toyohashi University of Technology di Jepang, serta Singapore University of Social Sciences di Singapura.

Sementara itu, bahasan topik diampu oleh 10 kampus di Jawa Timur. Antara lain, Women Empowerment within Muslim Community in Indonesia oleh UINMMI, Smart City oleh ITS, Maintaining Mental Health During Covid-19 Pandemic oleh Universitas Airlangga (Unair), Start-up Ecosystem in Kota Malang oleh UNiversitas Brawijaya (UB), History of Indonesia Independece Day oleh UPNVJT, Institutional Arrangement of Tobacco for Community Welfare and Tobacco for Health oleh Universitas Jember (Unej), Malangan Javanese and Walikan Language oleh Universitas Negeri Malang (UM), History & Indonesian Culture on Islamic New Year oleh UINSA, Madura at Glance & Learning Madura Language oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM), serta Understanding Indonesian Language Diversity oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dikatakan Maria, salah satu hal lagi yang membedakan setiap batch-nya adalah mengenai konteks materi. Misalnya, di bulan Agustus lalu terdapat perayaan Tahun Baru Islam, maka materi itu akan muncul di bulan Agustus. Di bulan Oktober terdapat perayaan Maulid Nabi, maka perguruan tinggi Islam membawakan materi tersebut. “Kemudian, di bulan Oktober akan ada materi tentang pesantren education,” terangnya.

Maria mengakui memang materi yang dibawakan tidak mengerucut ke satu topik karena ada 10 kampus yang terlibat. Yang mana setiap kampus ada yang bersifat institut, comprehensive university, keagamaan, maupun pendidikan. “Yang kami tekankan adalah mengangkat kekuatan masing-masing kampus, serta peserta dapat memahami kekayaan intelektual dan budaya yang ada di Jawa Timur,” ungkapnya.

Dalam hal teknis pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta dibagi ke dalam 10 grup berdasarkan topik yang diminati. Setiap grup ini berkorelasi dengan topik yang dipilih. “Dari sana, mahasiswa Indonesia dan internasional berinteraksi dan bekerja sama mengerjakan tugas yang diberikan,” papar Maria.

Di akhir kesempatan, Maria mengungkapkan bahwa respon peserta sangatlah di luar dugaan. Sedari awal, program ini tidak menargetkan jumlah peserta, hanya memasang angka 15 sebagai jumlah minimum dilaksanakannya kegiatan. Namun, terbukti pada pembukaan kegiatan pada 18 September lalu, peserta sangat antusias. “Diharapkan, program ini berlanjut secara hybrid pada tahun 2021,” pungkasnya penuh harap. (tri/HUMAS ITS)



Sumber : https://www.its.ac.id/news/2020/09/30/tuai-antusiasme-tinggi-its-kembali-gelar-ejx-virtual/

Penulis

foto Berita Kampus
Berita Kampus
Namaku Tom, saya akan memberikan informasi/ berita seputar kampus yang ada di Indonesia

Artikel Terkait

Share

Komentar

Komentar