MASIH BINGUNG MAU LANJUT KULIAH? WAJIB PERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT

access_time | label Tips & Trik
MASIH BINGUNG MAU LANJUT KULIAH? WAJIB PERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT

Bercakap dengan anak-anak SMA/ SMK terutama pada mereka yang sudah mau lulus, pertanyaan yang sering dilontarkan pada mereka adalah “bentar lagi sudah mau lulus ya, mau lanjut kuliah ngak?” dan jawaban yang tak kalah sering saya dengar adalah “iya bentar lagi ujian, pengennya lanjut  tapi bingung mau kuliah di mana, mau ambil jurusan apa, teman saya daftar di kampus A yang satunya lagi di kampus B, orang tua saya mau saya kuliah di kampus A tapi saya (bla bla) banyak ketidakjelasan.

Apakah kamu termasuk dalam golongan itu? kalau iya, Please  don’t be like that luruskan kaki pijat lutut kamu (eh bukan) luruskan niat coba berfikir lebih jernih dan jauh ke depan, keputusanmu menyangkut kehidupanmu bertahun-tahun selama masa kuliah bahkan bisa jadi sampai kamu selesai kuliah nanti. Setelah luruskan niat, yok perhatikan hal-hal berikut ini:

 

1. Pastikan tujuan utama kamu kuliah adalah memperoleh ilmu bukan lainnya

Namanya sekolah/kuliah yang sudah pasti yang diperoleh adalah ilmu. Ilmu pengetahuan memang dapat diperoleh dari mana pun, Namun, kampus merupakan salah satu tempat yang tepat untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan keahlian terutama untuk kamu yang kurang mampu maksimalkan eksplorasi diri dan masih perlu kegiatan yang lebih sistematis untuk mengarahkanmu. Ingat! Saat kuliah ilmu tidak hanya bisa diperoleh di dalam ruangan kelas saja. Hal lain seperti waktu berinteraksi dengan teman, dosen, berorganisasi melalui kegiatan internal maupun eksternal kampus juga merupakan sumber ilmu. Imu ekonomi misalnya, tidak hanya dapat diperoleh di ruang kuliah melalui teori-teori yang disampaikan dosen saja, namun bisa juga depelajari diluar kelas dengan membaca/ melihat berita ekonomi, berdiskusi atau mengikuti kajian.

 

2. Temukan potensi dari hobi dan ketertarikanmu pada suatu hal

Coba pahami minat dan bakatmu, tentukan bidang apa yang kamu sukai dan menurutmu menarik untuk dipelajai, jangan terpaku dengan jurusan sekolah kamu saat ini. Misal kamu sekolah jurusan IPS tapi tidak suka hal-hal yang berkaitan dengan hitung-hitungan (ini emang bagian anak IPA), analisa, kompleksnya permasalahan ekonomi dan kegiatan manajemen suatu perusahaan, tapi justru lebih suka masak dan bereksperimen dengan resep-resep baru, Mungkin kuliah pariwisata dengan jurusan tata boga lebih tepat untukmu. Meskipun jurusan tertentu terlihat menyenangkan dan tidak membutuhkan analisa-analisa jangan pernah berfikiran untuk kuliah cari jurusan yang gampang, tidak banyak tugas, dan mudah mendapat nilai bagus. Kuiah tidak seenak yang dilihat di TV guys, akan selalu ada saat di mana tugas datang bersamaan, deadline tugas, dan ujian. Semua tantagan itu tentunya akan lebih mudah dilewati jika kamu enjoy dengan bidang pilihan kamu, so pastikan kamu membuat pilihan yang tepat which is the one that you love the most.

“Sukses bukanlah kunci bahagia, bahagialah yang merupakan kunci sukses. Bila Anda mencintai apa yang Anda kerjakan, maka Anda akan berhasil.”

-Albert Schwitzer –

 

3. Siap tidak untuk jauh dari orang tua, keluarga dan dari sahabat-sahabatmu?

Pertanyaan ini wajib kamu jawab agar kamu dapat memutuskan dimana kamu akan kuliah, kalau kamu tidak siap untuk jauh dari orang tua, keluarga atau sahabatmu, kamu bisa memilih kampus yang masih satu wilayah sehingga kalaupun harus kos masih memungkinkan untuk sesekali menengok mereka. Namun, kalau kamu benar-benar tidak dapat jauh dari orang tua alias masih harus ngempeng mamak tiap hari (hehe) atau mungkin orang tua yang menginginkan agar tetap tinggal di rumah, maka pilihlah kampus yang tidak terlalu jauh dari rumah (dapat dijangkau pulang-pergi kampus rumah tiap hari).

Tapi, buat yang sudah mengantongi restu orang tua bahkan siap jauh dari sahabat-sahabatmu, kuliah di luar pulau memutuskan menjadi anak rantau jauh dari orang tua bahkan hanya bisa pulang saat musim mudik thats great! Ini adalah kesempatan kamu dapat menjadi lebih hebat dan tangguh. Tapi kalau kamu merasa takut kesepian dan merasa tertinggal dari sahabatmu karena mereka sudah mendaftar bahkan sudah diterima kuliah kemudian memutuskan untuk kuliah di kampus yang sama atau bahkan memilih jurusan yang sama dengan teman-teman. Mengambil keputusan atas dasar seperti itu cukup parah dan harus dihindari, dikhawatirkan kalau jurusan yang kamu ikuti dari temanmu ternyata tidak sesuai dengan minat sehingga waktu sudah kuliah baru kamu merasa salah dan tidak menyukai jurusan yang kamu pilih (kembali ke poin dua).

 

4. Jangan buat batasan untuk dirimu sendiri

“Believe in yourself” yakin dengan keputusanmu tanpa harus mengabaikan pertimbangan-pertimbangan orang lain. Jangan pernah membuat batasan yang kamu buat sendiri atau terpaku dengan stereotipe yang ada di masyarakat. Mengikuti  hal-hal yang sudah tertanam dalam masyarakat, kadang justru tidak menguntungkan, takut masuk jurusan tertentu karena tidak sesuai dengan jenis kelamin, seperti: laki-laki yang takut masuk jurusan tata busana karena dianggap jurusan feminin atau perempuan yang takut masuk jurusan teknik karena dianggap jurusan yang maskulin.

Membuat batasan pada diri sendiri seperti: saya tidak bisa A, saya tidak bisa B, saya suka A tapi X, saya mau kuliah tapi tidak ada biaya, saya kan orang kampung mana mungkin bisa kuliah di universitas terkenal. STOP IT!! batasan-batasan itu kamu sendiri yang menciptakan, tentu tidak ada yang tidak mungkin jika diusahakan, orag-orang besar justru mereka yang mampu keluar dari keterbatasan.

 

5. Apa yang ingin kamu peroleh selain ilmu

Saat kuliah tentu tidak hanya sekedar ilmu dan kemampuan teknis (hardskill) saja yang ingin diperoleh, kemampuan diluar itu juga sangat penting karena berdasarkan penelitian Harvard University AS menyebutkan kesuksesan seseorang tidak semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hardskill) saja, tapi lebih pada kemampuan mengelola diri dan orang lain (softskill). Oleh karena itu jadikan masa kuliah sebagai moment tepat untuk meningkatkan softskill, selipkan tujuan lain yang sekiranya dapat memberikan nilai lebih dan dapat menunjang kemampuan yang sudah kamu dapat dari bangku kuliah seperti: Jika kuliah saya ingin bertemu dengan orang-orang pandai yang menginspirasi, menemukan jaringan untuk jalan menuju cita-cita saya, target untuk menguasai bahasa inggrisatau ingin menjadi lebih PD bahkan ingin menginspirasi orang lain dan banyak hal lainnya.

“Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?”

-Emha Ainun Nadjib –

 

Penulis

foto agil t mulyani
agil t mulyani
IAIN Salatiga

Share

Komentar