Orang kaya apply Bidik Misi? Pantaskah?

access_time | label Beasiswa
Orang kaya apply Bidik Misi? Pantaskah?

Beasiswa adalah pemberian berupa bantuan keuangan yang diberikan kepada perorangan yang bertujuan untuk digunakan demi keberlangsungan pendidikan yang ditempuh. Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga pemerintah, perusahaan ataupun yayasan. beasiswa yang diberikan lembaga pemerintah yang kerap kita kenal misalnya adalah beasiswa bidikmisi.


Ada banyak sekali jenis beasiswa, salah satunya beasiswa andalan pemerintah yakni beasiswa Bidik Misi. Beasiswa bidikmisi merupakan proyek pemerintah dibidang pendidikan yang dijalankan oleh menteri pendidikan guna menuntaskan pemeratan pendidikan di Indonesia ini. dengan tujuan awalnya itu diharapkan pendidikan di Indonesia tak lagi parsial, dimana hanya orang-orang berada yang dapat menikmatinya. melainkan semua lapisan masyakat yang lain juga dapat merasakan bangku pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi sekalipun


Namun seiring berjalannya program ini sering disaksikan bersama penyelewengan-penyelewengan beasiswa ini. yang semula hanya untuk diperuntukan bagi siswa  yang kurang mampu menjadi diperuntukan bagi semua kalangan termasuk yang "kaya" seperti yang saya sebutkan di atas. disamping pengurusannya yang hanya standart saja, beasiswa ini hanya memberi tuntutan yang cukup terbilang santuy untuk penerimanya. misalnya saja penerima hanya dituntut agar IPK minimalnya di range 3 daari 4 skala, jika kurang dari itu hanya akan diberikan teguran. dan teguran itupun dinilai sangat disepelehkan bagi penerimanya. kenapa? ya memang karena penerima bidikmisi berpikiran "oh ini hanya teguran pertama saja masih ada teguran lagi sebeluum benar benar dicabut untukku". sangat receh bukan?


Selain itu, penyelewengan ini tentu sangat memprihatinkan sekali karena sangat berbeda dengan tujuan awal diadakannya program ini. dengan kasus demkianpun membuat siswa yang notabene "kurang mampu" menjadi benar benar tersingkirkan untuk merasakan bangku pendidikan di Indonesia ini.


Beberapa hal dapat dilakukan untuk memulihkan "fenomena" ini seperti sediakala lagi misalnya saja dengan memperbarui sistem penyeleksian calon penerima beasiswa bidikmisi. dalam hal ini adalah benar benar dapat dibuktikan bahwa sicalon penerima bidikmisi itu  memang berasal dari keluarga yang kurang mampu, bukan hanya dari formalitas surat kerterangan dsb yang mana itu sangat mudah sekali untuk dimanipulasi. melainkan dengan melakukan survei tersembunyi sebelum menetapkan sicalon penerima menjadi beasiswan murni selain  itu, penuntutan pencapaian untuk penerima bidikmisi yang harus lebih ditingkatkan namun juga harus tetap relevan misalnya dengan membuat karya tulis atau jurnal setiap pekan atau bulan berkenaan dengan hal yang diminati sehingga diharapkan penerima beasiswa ini dapat juga berkembang dan bersaing dengan siswa atau mahasiswa lain diluaran sana.


Disamping dua langkah diatas, pemberian sanksi atau teguran bagi yang melanggar atau tidak memenuhi tuntutan tersebut alangkah baiknya untuk lebih dipertegas misalnya dengan memotong uang jata, mencairkan lebih lambat atau bahkan dengan mencabut secara permanen beasiswanya. Hal ini lantaran juga masih banyak siswa atau mahasiswa lain yang lebih membutuhkan dan siap menerima syarat dan ketentuan yang ditetapakan 

Penulis

foto Satriyo Wahyu
Satriyo Wahyu
Saya Satriyo Wahyu mahasiswa teknik elektro semester 4 universitas jember. Saya sangat intens sekali memfollow up informasi beasiswa entah yang berupa biaya pendidikan ataupun sekedar pendampingan mentoring saja. Alasan saya aktif mencari informasi seperti ini tidak lain hanya untuk membuat biaya pendidikan saya tidak lagi menjadi beban orangtua karena mereka sudah tidak lagi bekerja setelah sakit stroke yang diderita. Besar harapan saya untuk menjadi kandidat penerima beasiswa manapun terutama

Artikel Terkait

Share

Komentar