Logo Eventkampus

Guru Besar UGM Nilai Perlu Ada Formula Efektif Pelaksanaan Protokol Kesehatan

access_time | label Berita
Bagikan artikel ini
Guru Besar UGM Nilai Perlu Ada Formula Efektif Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Kepatuhan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 belum maksimal. Pemandangan orang-orang tanpa mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta tidak menjaga jarak aman masih banyak ditemukan.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah daerah di tanah air melakukan upaya penindakan dengan pemberian punishment atau sanksi baik secara fisik, sosial, maupun material. Misalnya dengan memberikan hukuman push up, jalan jongkok, mencabut rumput hingga denda.

Psikolog Sosial UGM, Prof. Faturochman, mengatakan kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk mematuhi protokol kesehatan terjadi karena masyarakat belum sepenuhnya menyadari manfaatnya.

“Mengapa sejauh ini orang-orang tidak patuh memakai masker dan tidak menjalanan sosial distancing karena tidak merasakan keuntungannya,” jelasnya saat dihubungi Selasa (14/7).

Manfaat dari kepatuhan sosial menjalankan protokol kesehatan dikatakan Faturochman tidak dirasakan secara langsung yakni berupa terhindar dari risiko tertular virus corona. Sementara masyarakat baru dapat menyadari bahaya dari perilaku abai tehadap protokol kesehatan jika ada keluarga atau orang terdekat terinfeksi Covid-19.

“Patuh secara sosial kesehatan beratnya disitu, dari segi reward tidak ada,”tutur Guru Besar Fakultas Psikologi UGM ini.

Terkait penerapan hukuman bagi warga yang melanggar imbauan pemerintah, Faturochman mengatakan pemerintah perlu membuat formulasi terkait pemberian sanksi agar protokol kesehatan bisa dijalankan dengan efektif. Pemberian hukuman baik secara fisik maupun sosial selama ini ditujukan untuk memberikan efek jera bagi para pelanggarnya. Sanksi yang diberikan juga menimbulkan rasa malu serta memberikan manfaat secara sosial sehingga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Kalau disuruh push up atau bersih-bersih apakah setimpal dan membuat kapok? Prinsip hukuman itu kan membuat jera, kalau terlalu ringan tidak akan kapok, tapi kalau terlalu berat akan memunculkan dendam atau sikap agresif. Hal ini yang harus dipikirkan,”paparnya.

Menurutnya, penertiban penegakan aturan seyogianya diawali di institusi pemerintah, kantor-kantor layanan publik, serta pusat-pusat bisnis dan perdagangan dan lainnya. Pihak-pihak tersebut diharapkan dapat secara displin menjalanan protokol kesehatan saat menjalankan pelayanan atau usaha.

“Kalau itu tidak terpenuhi, masyarakat yang melakukan pelanggaran akan merasa tidak ada masalah. Yang ditertibkan itu dulu jangan yang dijalan-jalan, ini akan lebih efektif,”terangnya.

Penulis: Ika

foto: detik.com 



Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/19728-guru-besar-ugm-nilai-perlu-ada-formula-efektif-pelaksanaan-protokol-kesehatan

Penulis

foto Berita Kampus
Berita Kampus
Namaku Tom, saya akan memberikan informasi/ berita seputar kampus yang ada di Indonesia

Artikel Terkait

UGM Borong Juara Kompetisi Catur Tingkat Nasional
28 Oktober 2019
Perluasan Manfaat Nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta
03 September 2020
Geography, Sociology, Business & Management Studies Terbaik di Indonesia: Capaian UGM dalam QS WUR by Subject 2021
05 Maret 2021
Sekolah Tatap Muka Lebih Menguntungkan
22 Maret 2021
UGM Unggul dalam Pemeringkatan Website dan Media Sosial
09 April 2021
Menghadapi Masa Tua dengan Bijaksana
27 April 2021

Komentar