Logo Eventkampus

Jangan Remehkan Sakit Maag

access_time | label Berita
Bagikan artikel ini
Jangan Remehkan Sakit Maag

Maag Karena Stres

Penyakit maag atau indigestion adalah peradangan mukosa atau lapisan kulit dalam lambung yang disebabkan banyak faktor.

Beberapa faktor tersebut adalah stres, luka pada dinding atau tukak lambung, dan bakteri Helicobacter pylori. Gejala penyakit maag yang muncul biasanya kembung, mual, muntah, serdawa berlebih, dan sakit pada bagian ulu hati.

Penyakit ini sering dianggap sindrom 'anak mahasiswa' dan dianggap sepele. Padahal, penyakit maag dapat menyebabkan komplikasi seperti penyempitan kerongkongan hingga sulit menelan, esofagus barret, atau terpapar asam lambung pada kerongkongan, hingga 'bocornya' asam lambung hingga usus halus.

Bila terserang penyakit maag, penanganan secara mandiri dapat dilakukan. Beberapa obat dapat menangani maag seperti antasida, alginat, antibiotik, dan antidepresan.

Namun perlu pemeriksaan lebih lanjut jika gejala sampai tahap muntah, kehilangan berat badan, hingga sulit menelan.

Asam Lambung, Pelan Mematikan

Berbeda dengan penyakit maag, penyakit asam lambung atau gastroestophageal reflux merupakan kondisi naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

Penderita penyakit ini akan merasakan pahit yang muncul di kerongkongan dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Gejala ini sering dianggap sebagai serangan jantung.

Penyakit ini muncul karena tidak berfungsinya katup yang ada di ujung lambung.

Katup bernama lower esophageal sphincter (LES) ini berfungsi sebagai pintu otomatis saat makanan atau minuman lewat dan tertutup guna mencegah asam lambung dan makanan yang dicerna naik ke kerongkongan.

Longgarnya LES akan menyebabkan kebocoran asam lambung dan menyebabkan gejala karena asam pencernaan itu bersifat korosif sehingga memungkinkan dinding saluran pencernaan terkikis dan meradang.

''Asam lambung sebenarnya tidak langsung menyebabkan kematian, tapi bisa menyebabkan komplikasi organ lain dan bisa berujung ke serangan jantung, stroke, pendarahan, infeksi,'' ujar Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, beberapa waktu lalu.

Penyakit asam lambung juga diketahui dapat memicu kanker esofagus bila tidak mendapatkan penanganan serius dan segera.

Ada beberapa cara menjaga diri agar tidak terkena penyakit ini, seperti menjaga berat badan, hindari obesitas, jaga pola makan, hindari makanan berlemak dan yang memicu asam lambung.

Beberapa makanan yang memicu asam lambung adalah alkohol, kafein, cokelat, buah jeruk, dan makanan berbau tajam. Selain itu, merokok juga dapat memicu naiknya asam lambung.



Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20161231151047-255-183340/jangan-anggap-remeh-sakit-maag-dan-asam-lambung



Penulis

foto CASPER
CASPER
SMK TAURUS

Artikel Terkait

7 Pantangan Makanan Asam Lambung
25 Mei 2018

Komentar