Mahasiswa UNS Rancang Alat Bantu Dengar dan Belajar Bicara bagi Teman Tuli

access_time | label Berita
Mahasiswa UNS Rancang Alat Bantu Dengar dan Belajar Bicara bagi Teman Tuli

UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali melahirkan inovasi dengan menciptakan rancangan alat bantu dengar dan belajar bicara bagi teman tuli. Alat tersebut selain diciptakan untuk membantu teman tuli, sekaligus untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Ramah Difabel.

Keempat mahasiswa UNS yang membanggakan tersebut adalah Andayani Yuwana Sari asal Sekolah Vokasi (SV) UNS, Henry Probo Santoso asal Fakultas Teknik (FT) UNS, Rizqi Misbkahus Suroya asal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, dan Ahmad Baktiar Kris Aziz asal Sekolah (SV) UNS.

Dengan dibimbing Feri Adriyanto, Ph.D asal Program Studi (Prodi) Teknik Elektro FT UNS, inovasi yang mereka ciptakan berhasil meraih dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020 senilai Rp. 4,5 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Ide tersebut berawal dari masih banyaknya teman tuli yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan kurang efektifnya alat bantu dengar yang digunakan teman tuli menjadikan kami menciptakan alat tersebut,” ujar salah satu anggota tim, Andayani Yuwana Sari, Rabu (9/9/2020).

Ia mengatakan, alat bantu dengar bagi teman tuli sebenarnya sudah banyak. Namun, ia tidak bisa menampik jika teman tuli tidak begitu menyukainya. Alasannya, saat digunakan alat bantu dengar tersebut menimbulkan distorsi, membuat telinga sakit, telinga terasa berdengung, serta bising ketika mendengar banyak suara.

Dalam hal ini Andayani menerangkan tim dari Swinburne University, Melbourne tengah mengembangkan aplikasi GetTalking yang dirancang untuk bayi yang lahir tuli dan menerima implan koklea.

Nantinya, anak yang lahir tuli akan menerima implan aplikasi untuk membantu kesulitan dalam menghubungkan suara yang didengar dengan suara yang keluar dari mulutnya. Namun, Andayani mengatakan aplikasi ini masih membutuhkan waktu yang lama. Sebab keterbatasan kata dan kalimat dalam aplikasi tersebut yang harus menyesuaikan perkembangan kemampuan bicara bayi.

Andayani menerapkan bentuk alat tersebut berupa headband yang tersusun dari deretan modul getar dan akan disambungkan ke Google Assistant pada Android smartphone. Dengan demikian, setiap suara yang diterima oleh Google Assistant akan dikirimkan ke alat dan diubah menjadi pola getaran.

Melalui pola getaran, teman tuli akan mendapat pengalaman dalam mengenali suara sehingga mereka bisa belajar mendengar dan bicara berdasar pola getaran yang terbentuk. Manfaat dari alat ini dapat memudahkan teman tuli dalam berkomunikasi. Disamping itu, alat ini juga dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan pengendalian faktor resiko dan penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan kepada masyarakat, dan mendukung Program Indonesia Ramah Difabel. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti



Sumber : https://uns.ac.id/id/uns-students/mahasiswa-uns-rancang-alat-bantu-dengar-dan-belajar-bicara-bagi-teman-tuli.html

Penulis

foto Berita Kampus
Berita Kampus
Namaku Tom, saya akan memberikan informasi/ berita seputar kampus yang ada di Indonesia

Artikel Terkait

Share

Komentar

Komentar