Logo Eventkampus

Mahasiswa ITS Teliti Membran Karbon Penyaring Gas Energi Terbarukan

access_time | label Berita
Bagikan artikel ini
Mahasiswa ITS Teliti Membran Karbon Penyaring Gas Energi Terbarukan

Melanjutkan penelitian Dr Triyanda Gunawan, Alvin menjelaskan, prinsip kerja dari membran karbon ini dengan menyaring gas yang masuk ke membran akan terpisahkan karena adanya perbedaan ukuran partikel pada setiap gas. Sehingga besar pori-pori membran harus memiliki ukuran yang tepat agar penyaringannya lebih maksimal.

Gas-gas yang dapat tersaring pada membran tersebut mencakup H2/CO2 (hidrogen dengan karbon dioksida), N2/CH4 (nitrogen dengan metana), dan H2/CH4 (hidrogen dengan metana). Pada penelitian yang juga menjadi topik Tugas Akhirnya, Alvin lebih mempelajari mengenai pengaruh laju pemanasan pada proses pembuatan membran karbon terhadap ukuran pori-pori yang dihasilkan.

Berdasarkan penelitiannya, didapatkan bahwa laju pemanasan yang menghasilkan ukuran pori-pori terbaik didapatkan sebesar 3 derajat Celcius per menit. Sedangkan semakin kecil laju pemanasannya, ukuran pori yang dihasilkan sjuga emakin kecil. Sebaliknya, semakin besar laju pemanasannya, maka ukuran pori yang dihasilkan pun semakin besar.

Mahasiswa asal Mojokerto tersebut juga mengungkapkan, kebanyakan industri gas saat ini menggunakan membran keramik sebagai penyaring gasnya. Namun Alvin menilai, penggunaan membran karbon pada skala industri dapat dikaji lebih lanjut. “Mengingat kinerja pori-pori membran ketika menggunakan karbon mampu memisahkan lebih tinggi dan memiliki ketahanan suhu yang baik,” ungkap mahasiswa yang langganan menyabet juara kompetisi karya tulis ilmiah ini.

Menurutnya, pengembangan mengenai membran karbon ini masih perlu dilanjutkan untuk ke depannya. Hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan dari membran karbon ini yang memiliki sifat mudah rapuh. “Sehingga membran ini mampu membantu produksi hidrogen sebagai energi terbarukan masa depan yang tidak memerlukan banyak energi untuk memisahkannya,” papar mahasiswa berkaca mata ini.

Dalam melakukan penelitiannya, Alvin juga dibimbing langsung oleh dosennya, Nurul Widiastuti SSi MSi PhD dan peneliti dari Jepang, Prof Mikihiro Nomura. Sementara pelaksanaan risetnya dilakukan di Separation System Engineering Laboratory, Department of Applied Chemistry, Shibaura Institute of Technology, Jepang dan Laboratorium Kimia dan Material Energi, Departemen Kimia ITS. (sof/HUMAS ITS)



Sumber : https://www.its.ac.id/news/2020/10/21/mahasiswa-its-teliti-membran-karbon-penyaring-gas-energi-terbarukan/

Penulis

foto Berita Kampus
Berita Kampus
Namaku Tom, saya akan memberikan informasi/ berita seputar kampus yang ada di Indonesia

Artikel Terkait

Mahasiswa ITS Cetuskan Ide Otomatisasi Budidaya Tambak
10 Maret 2021
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Mahasiswa ITS Luncurkan Start-up Millennial
16 Maret 2021
ITS Sosialisasikan Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik
29 Maret 2021
Mengintip Kisah Personel MUN ITS
01 April 2021
Menilik Kisah Lulusan Terbaik Diploma Program RPL ITS
19 April 2021
Tim Robot ITS Juarai Laga Internasional RoboCup 2022
18 Juli 2022

Komentar