Merasa belum pas dengan pilihan prodi dan perguruan tinggi yang sudah dipilih? Bersyukurlah.

access_time | label Lainnya
Merasa belum pas dengan pilihan prodi dan perguruan tinggi yang sudah dipilih? Bersyukurlah.

Kembali pada problema anak remaja yang lagi hangat dilanda kerundungan dalam menentukan pilihan lanjutan pendidikan dari sekolah menengah atas ketigkat perguruan tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak jalan untuk menempuh pendidikan. Tidak cuma belajar di Perguruan tinggi negeri (PTN) saja tetapi bisa di Perguruan tinggi kedinasan (PTK), Perguruan tinggi Swasta (PTS) ataupun lainnya. Jalur untuk menuju itupun banyak, misalnya melalui SBMPTN, SNMPTN, PMDK, UM dan lain sebagainya. Terus, apa lagi yang kita keluhkan dari semua ini? Sudah banyak jalan untuk menuju tempat yang kita ingingkan, tinggal pada pribadi masing-masing untuk merealitakannya.

Banyak keluhan serta kegundahan yang terdengar dari calon mahasiswa baru (camaba) ini dalam ketidakberhasilan mereka untuk bisa masuk ke perguruan tinggi yang mereka ingikan. Apa yang salah? Siapa yang salah? Kenapa salah?
Beberapa keluhan yang terdengar, baik keluhan gagalnya masuk diprogram studi favorit, gagalnya masuk di perguruan tinggi favorit, ataupun keluhan mengenai paksaan dari orangtua. This is a problem every year.

Apakah kalian semua pernah berfikir? Apakah kalian pernah meluangkan sedikit waktumu untuk bermuhasabah diri? Bisakah kita untuk mengevaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam segala aspek kehidupan kita.

Untuk menuntut ilmu tidak cuma di PTN, tetapi bisa juga di PTK ataupun PTS. Jangan pernah berfikir bahwa kuliah harus di PTN. Dan jangan pernah berfikir juga bahwa kuliah di PTS itu mahal. Jika kalian punya keinginan yang kuat, biaya bukan masalah dari segalanya, karena seperti yang kita ketahui bahwa sudah banyak beasiswa yang tersedia. Bagi kalian yang belum diterima di PTN, janganlah berkecil hati. Jangan pernah terbesit jika kuliah di PTS itu tidak bagus, tidak hebat. Perguruan tinggi manapun akan tetap sama, kecuali diri kita yang duduk disana yang mau meninggikan kualitas diri. Soal sukses, itu soal kita, bukan perguruan tingginya.

Sahabat, bagi kalian yang sudah mendapatkan kursi di salah satu PTN, bersyukurlah.
Bagi kalian yang sudah mendapatkan kursi di salah satu PTN, tetapi belum puas dengan program studi yang kalian pilih, bersyukurlah.
Bagi kalian yang sudah mendapatkan kursi di salah satu PTS ataupun PTK, bersyukurlah.
Diluar sana banyak teman-teman kalian yang mengharapkan seperti kalian, mereka berharap untuk bisa ada diposisi kalian. Tapi bagaimana dengan kalian yang masih mengeluhkan dan merasa salah jurusan? Kok bisa begitu? Jika merasa salah jurusan, kenapa kalian pilih jurusan tersebut? Tak lain jawabannya adalah saran dari orangtua atau bingung tidak ada pilihan lagi.

Sahabat, apakah kalian pernah berfikir ulang mengenai ucapanmu "Saya inginnya masuk jurusan A, tapi masuknya dijurusan B, aku tidak ingin jurusan B"?
Sebagian orang banyak yang belum sadar dengan apa yang sudah diberikan Tuhan kepadanya. Bisa jadi kita membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagi kita. Dan sebaliknya,  bisa jadi kita menginginkan sesuatu, padahal itu amat buruk bagi kita. Tuhan mengetahui semuanya, tapi kita tidak. Seringkali, sesuatu yang baik dibungkus dengan hal yang tidak kita inginkan. Paham kan sahabat maksudnya? Jadi mari kita bersyukur dengan apa yang sudah kita dapat selama ini, menerima apa yang sudah diberi Tuhan kepada kita dan mengikhlaskan apa yang sudah terlewatkan.

Kuy sahabat, mulai dari sekarang kita harus berfikir logis dan jernih. Pasti kita pernah hendak memaksa Tuhan mengikuti semua keinginan kita, mengancamNya agar memberikan apa yang kita mau. Namun, rencana indahNya membuat kita selalu sadar, bahwa tiada yang lebih baik selain berserah pada ketentuan yang berlaku. Semangat bagi kalian yang masih berjuang merebut kursi impian. Semangat mengejar impian, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.

Penulis

foto Ranty Fitriani
Ranty Fitriani
Poltekkes Kemenkes Palembang

Artikel Terkait

Share

Komentar