APA ITU ACNE VULGARIS??

access_time | label Berita
APA ITU ACNE VULGARIS??

APA ITU ACNE VULGARIS??

Mungkin terdengar asing, ya kata acne vulgaris ini. Dalam bahasa sehari-hari, hal ini dikenal dengan jerawat. Siapa yang tidak kenal dengan permasalahan kulit yang satu ini. Meskipun tidak berakibat fatal, namun munculnya jerawat terbukti akan membuat Anda risau karena dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri. Lalu, apa sih sebenarnya penyebab timbulnya jerawat; dan bagaimana cara menanganinya?  Berikut penjelasan lengkap mengenai jerawat yang harus Anda ketahui.

Jerawat merupakan penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea (salah satu kelenjar pada kulit) yang disertai dengan penyumbatan dan penimbunan keratin. Meskipun paling sering dijumpai pada wajah, terutama pipi dan dahi (biasa disebut juga jerawat pasir), jerawat juga dapat muncul di tubuh bagian lain, seperti punggung dan pinggul.

Beberapa gejala yang umumnya menyertai kemunculan jerawat:

Makula : bintik merah pada kulit; tidak bernanah dan ditandai dengan peradangan pada kulit.

Pustul : gundukan kecil yang biasanya berisi nanah berwarna putih atau kuning.

Papul : gundukan kecil padat yang menonjol pada permukaan kulit; tidak bernanah.

Komedo terbuka (komedo hitam) dan tertutup (komedo putih); papul miliar yang di bagian tengahnya mengandung sumbatan minyak wajah yang dihasilkan oleh kelenjar kulit.

Pada umumnya, jerawat yang meradang -terutama yang berbentuk nodula-kistik- akan terasa gatal dan nyeri. Selain itu, jika ditekan, luka akan mengeluarkan pus (nanah). Meskipun bukan merupakah keluhan medis yang berat, namun munculnya jerawat seringkali berdampak pada psikologis pasien. Karenanya, banyak yang kemudian mencoba berbagai obat jerawat dan tak jarang rela bersusah payah demi melakukan berbagai perawatan untuk menghilangkan jerawat beserta bekasnya secara cepat.

Tidak ada yang benar-benar yakin akan alasan mengapa jerawat bisa muncul. Namun, para ahli percaya bahwa peningkatan kadar hormon androgen pada kulitlah yang menjadi faktor utamanya. Jenis hormon yang sering dihubungkan dengan karakteristik laki-laki ini secara aktif diproduksi di usia remaja. Hasilnya, kelenjar minyak di bawah kulit membesar dan menghasilkan lebih banyak sebum. Sebum berlebih  kemudian dapat memecah dinding sel dalam pori-pori dan menyebabkan bakteri tumbuh dengan pesat.

Selain karena alasan di atas, beberapa studi juga menyatakan bahwa jerawat dapat dipicu oleh beberapa alasan, seperti:

1.Hygiene yang buruk

2.Stres

3.Kebiasaan merokok

4.Paparan sinar matahari dan cuaca yang panas serta lembap

5.Konsumsi makanan berminyak dan manis berlebih

6.Perubahan hormon

7.Faktor keturunan

Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan topikal, obat sistemik, bedah kulit, atau kombinasi cara-cara tersebut.

Pengobatan topikal 

Pengobatan ini dilakukan untuk mencegah pembentukan komedo, menekan peradangan, dan mempercepat penyembuhan jerawat.

Pengobatan sistemik

 Pengobatan sistemik ditujukan utamanya untuk menekan pertumbuhan jasad renik pada kulit. Selain itu, pengobatan ini juga dapat mengurangi reaksi radang, menekan produksi sebum, serta memengaruhi perkembangan hormonal.

Bedah kulit

Untuk memperbaiki jaringan parut akibat peradangan jerawat yang parah, prosedur bedah kulit akan diperlukan. Namun, sangat disarankan untuk mengonsultasikan pilihan ini terlebih dulu dengan dokter kulit.

Untuk menghindari terjadinya peningkatan jumlah lapisan sebum, Anda disarankan untuk menjalani diet rendah lemak dan karbohidrat serta melakukan perawatan kulit guna membersihkannya dari kotoran. Selain itu, berikut beberapa langkah lain yang dapat dicoba untuk mencegah timbulnya jerawat:

1.Menjauhi kebiasaan mengonsumsi alkohol, makanan pedas, serta rokok

2.Menghindari penggunaan kosmetik berlebihan

3.Menghindari stress berlebihan

4.Olahraga secara teratur

5.Hidup teratur dan sehat

Yuk, jaga kesehatan dan kebersihan wajah Anda agar terhindar dari jerawat. Semoga bermanfaat!

Tags

Penulis

foto jafar
jafar

Artikel Terkait

Share

Komentar