Menerima Kekurangan dan Memaafkan Kesalahan

access_time | label Tips & Trik
Menerima Kekurangan dan Memaafkan Kesalahan

Tidak ada yang sempurna adalah ungkapan yang sering kali kita dengar. Bahkan bisa jadi ungkapan yang paling sering kita dengar, tapi meski sering diulang, ini tidak selalu membuat kita merasa lebih baik saat kita gagal dalam hal-hal yang sedang kita lakukan untuk mencapai tujuan kita. Atau di saat kita terlalu sibuk memikirkan postur tubuh yang kurang pas.

Maka dari itu kita perlu menyesuaikan diri dengan kekurangan dan kesalahan kita dan melewatinya jika kita ingin tidak didefinisikan oleh mereka. Di sini kita akan melihat beberapa cara untuk mencapai hal ini.

 

Mengenali Kekurangan Kita

Jangan memandangnya sebagai kelemahan, melainkan kekuatan. Seperti yang kita tahu, semua dari kita memiliki kekurangan, tapi hanya dengan mengenali mereka agar kita dapat memahaminya, lebih baik mengetahui apa yang bisa kita lakukan dan bekerja untuk memperbaikinya. Menyangkal kekurangan hanya akan membawa kita untuk membuat kesalahan yang sama berkali-kali. Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu dengan tanpa alasan. Lebih bersyukur, menjadikan kita pribadi yang tidak selalu menyalahkan, melainkan melakukan usaha terbaik dalam rangka berterima kasih atas segala nikmat. 

 

Mengubah Kekurangan Kita Menjadi Kekuatan

Suatu kewajiban bagi kita untuk selalu melihat sisi baik dari segala sesuatu. Pada dasarnya kita hanya perlu merubah semua pertanyaan negatif dari kita untuk diri kita sendiri menjadi pertanyaan yang positif. Contohnya, "Kenapa suara saya aneh? Bicara saja saya malu, apalagi menyanyi." dirubah menjadi, "Bagaimana kalau saya menggunakan suara unik saya ini menjadi ciri khas diri saya sehingga menjadi pembeda dengan orang lain, kemudian menjadi spesial?"

Tidak ada yang namanya orang yang benar-benar sempurna, tapi pada saat yang bersamaan, jika ada pun orang yang sempurna maka pasti akan membosankan. Hidung besar atau sepasang telinga membuat kita terlihat manusia dan memberi karakter wajah dan kepribadian yang unik,  jika kita melakukannya dengan benar, itu bisa menjadi bagian dari pesona diri kita. Semuanya tergantung dari kita.

 

Temukan Sang Pemberi Inspirasi

Apapun kelemahan atau kekurangan diri kita, ada orang-orang di luar sana yang telah berhasil mengalahkan pemikiran tentang hal itu. Carilah figur yang paling mirip dengan kita agar kita bisa menyesuaikan dengan apa yang kita miliki. Ini bisa bersifat fiktif atau non-fiksi, tapi catatan dari kebanyakan karakter paling menarik dan 'keren' dalam film dan buku adalah yang memiliki kelemahan dan kelemahan kompleks, itulah yang membuat mereka begitu menarik. Belajarlah dari sesuatu. 

 

Lihat Kekurangan Sebagai Tantangan 

Jika hidup datang pada kita dengan berbagai kemudahan maka tentu akan membosankan, bukan? 

Setiap masalah yang kita miliki dan yang kita rasakan sebagai sesuatu yang menghentikan kita dari menjadi apa yang kita inginkan, harus dilihat sebagai hambatan dan bukan penghalang. Jika kita pintar dan gigih, dan jika kita memiliki sikap yang benar, maka kita bisa menang atas kesulitan dan kemenangan akan terasa semakin mengesankan. Bahkan bisa memberikan contoh yang baik untuk orang lain dalam situasi yang sama.

 

Lakukan Apa Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Perubahan

Jika kita telah membuat kesalahan maka tentu saja selalu ada kemungkinan kita bisa mengubah sesuatu. Sebelum kita mulai memikirkan apa yang telah dilakukan, pertama-tama cobalah memperbaiki kerusakan dan memperbaiki semuanya dengan benar. Jika kita gagal dalam ujian, apakah ada cara untuk melakukannya lagi, atau memperdebatkan hasilnya? Mungkin kesalahan tidak dapat dibatalkan, tapi itu belum berarti bahwa itu mungkin tidak bisa diperbaiki.

kemudian,

Menjadikan Kesalahan Sebagai Pelajaran

Segala suatu yang terjadi, tidak bisa dibatalkan. Namun triknya adalah belajar dari kesalahan kita. Dengan demikian kita bisa menghindari kemungkinan untuk membuatnya lagi. Jadi, alih-alih menghukum diri kita sendiri, lihat ini sebagai sesuatu yang akan membantu kita tumbuh lebih baik dan pikirkan bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita akan melakukannya lebih baik lagi di lain waktu. 

Penulis

foto Muhamad Anwar Jaelani
Muhamad Anwar Jaelani
AMIK BSI BOGOR
Facebook: facebook.com/anwarzaenal87 Twitter: @anwaarjaelani Instagram: @anwarjaelanl

Artikel Terkait

Share

Komentar