Logo Eventkampus

Kisah Mahasiswa Baru UGM Rela Menyeberang Pulau untuk Ikut PPSMB Daring

access_time | label Berita
Bagikan artikel ini
Kisah Mahasiswa Baru UGM Rela Menyeberang Pulau untuk Ikut PPSMB Daring

Syirhan Suherman (17), rela menyeberang pulau dengan menaiki kapal Ferry menuju kota Ambon, Maluku. Di Ambon, ia berencana menginap di rumah saudaranya agar bisa mengikuti pembukaan program PPSMB (Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru) UGM yang akan dimulai pada hari Senin (7/9). Kebetulan Syirhan adalah mahasiswa baru UGM yang diterima di prodi D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, Sekolah Vokasi UGM.

Setidaknya butuh tiga jam perjalanan bagi Syirhan menaiki kapal agar bisa menuju kota Ambon. Ia pamit dengan Ayahnya untuk pergi menginap di rumah saudara. Menurut Syirhan ia sengaja memilih tinggal di rumah saudara untuk sementara waktu agar bisa mengikuti kegiatan pengenalan pembelajaran secara daring. Sebab, koneksi internet di desanya, Desa Kamal, Kairatu Barat, Kabupaten Seram Barat, menurutnya tidak stabil. “Di desa saya, jaringan (internet) kurang stabil, maka dari itu saya ke Ambon untuk mengikuti PPSMB, disana juga ada wifi,” kata Syirhan, Senin (7/9) lalu lewat sambungan telepon.

Anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Suherman dan Rosida ini mengaku bersemangat mengikuti kegiatan perkuliahan di UGM meski pelaksanaan dilakukan secara daring akibat pandemi sekarang ini. Ia memiliki harapan besar meraih cita-citanya dengan kuliah di UGM. “Saya ingin berkuliah di universitas terbaik di Indonesia, di desa saya belum pernah ada yang berkuliah di UGM dan ini menjadi suatu kebanggaan untuk saya dan orang tua bisa menjadi mahasiswa baru di UGM,” kata Syirhan yang lulus dari SMA Siwalima Ambon ini.

Syirhan bercerita bahwa ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di desanya. Namun, saat pendidikan SMA ia diterima sekolah di SMA di kota Ambon dengan mendapat bantuan pendidikan gratis dari pemerintah provinsi Maluku. Selama menempuh pendidikan ia tinggal di asrama yang disediakan oleh pemerintah. “Di Maluku ada sekolah asrama gratis yang didirikan oleh Gubernur, seleksi nya dilakukan di 11 kabupaten/kota, Alhamdulillah saya menjadi salah satu dari 4 orang yang lolos seleksi di Seram Bagian Barat,” kenangnya.

Mengenyam sekolah asrama secara gratis, Syirhan tidak menyia-nyiakan kesempatannya untuk belajar lebih giat. Setiap satu bulan sekali ia pulang ke kampung halamannya di setiap akhir pekan. Ia pun sering langganan ranking sepuluh besar di kelas. Ketika ada pendaftaran kuliah di UGM, Syirhan mendaftar dalam program penelusuran Bibit Unggul untuk jalur Sekolah Vokasi. Ia diterima lewat jalur Penelusuran Bibit Unggul Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah dan Kejuruan Sekolah Vokasi (PBUSMAK SV) UGM dan akhirnya diterima.

Meski merasa senang dan bangga akhirnya bisa kuliah di UGM, namun Syirhan tak mampu menunjukkan keberhasilannya itu pada Ibunda tercinta yang berpulang pada akhir Desember tahun lalu. “Sedih si iya, tapi ya semua itu bagian rencana-Nya. Mungkin tidak ada yang bisa saya berikan lebih, saya akan berusaha untuk terus belajar dan menggapai prestasi untuk menggapai cita-cita saya, sebagai bukti saya berbakti kepada orang tua,” katanya.

Syirhan mengatakan ia bercita-cita dengan kuliah di Prodi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Alat Berat nantinya bisa dimanfaatkan ilmunya sebesar-besarnya untuk dirinya dan masyarakat di kampungnya kelak. “Harapan saya nantinya dapat bekerja dalam bidang tambang atau yang semacamnya karena di Indonesia banyak sumber daya alam yang belum dikelola,” pungkasnya.

Penulis : Gusti Grehenson



Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/20013-kisah-mahasiswa-baru-ugm-rela-menyeberang-pulang-untuk-ikut-ppsmb-daring

Penulis

foto Berita Kampus
Berita Kampus
Namaku Tom, saya akan memberikan informasi/ berita seputar kampus yang ada di Indonesia

Artikel Terkait

UGM Borong Juara Kompetisi Catur Tingkat Nasional
28 Oktober 2019
Fapet UGM Pecahkan Rekor MURI Makan Sate Klathak Kategori Tusuk Terbanyak
13 November 2019
Sistem Pendidikan di Denmark dan Finlandia Jadi Rujukan Bangsa Lain
19 November 2019
Tim Peneliti UGM Kembangkan Prototipe Baterai Nuklir
25 November 2019
Komitmen UGM Menjadi Kampus Inklusi Tahun 2020
03 Desember 2019
Urgensi Optimalisasi Prediksi Cuaca
12 Desember 2019

Komentar