Tingkatkan Kualitas SDM Aparatur Pemerintah, Timor Leste Gandeng UGM

access_time | label Berita
Tingkatkan Kualitas SDM Aparatur Pemerintah, Timor Leste Gandeng UGM

Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis, Timor Leste,  menggandeng Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat. Hal itu mengemuka dalam penandatangan nota kesepahaman kerja sama antara Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dengan Sekretaris Human Capital Development Fund  Timor Leste, Ismenio Martins da Silva, Selasa (6/6), di kantor pusat UGM.

Rektor UGM menyambut baik terlaksananya kerja sama tersebut karena bisa memberikan manfaat bagi hubungan kedua negara dalam meningkatkan kualitas SDM masing-masing. “Kerja sama ini, saya kira sangat signifikan dalan memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Panut.

Panut menambahkan, kerja sama ini membuka peluang bagi kedua belah pihak untuk berbagi pengalaman dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kualitas aparatur negara Timor Leste lewat berbagai program pendidikan dan pelatihan singkat. “Nantinya, ada dosen yang dikirim ke sana dan ada dari Timor Leste yang datang ke sini,” paparnya.

Selain kerja sama dalam bentuk kursus singkat dan pelatihan, kata Panut, ia mengharapkan bagian dari kerja sam ini juga membuka peluang bagi warga Timor Leste untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang diploma, pendidikan sarjana dan pasca sarjana di lingkungan UGM. “Tidak hanya pendidikan, namun bisa diarahkan bidang riset,” ujarnya.

Ismenio Martins da Silva, selaku perwakilan dari Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis Timor Leste, mengatakan pemerintah Timor Leste berharap kerja sama ini nantinya bisa meningkatkan kualitas SDM warga Timor Leste. Di samping itu, dapat membantu pemerintah Timor Leste dalam meningkatkan kualitas pelayanan pubik dengan meningkatnya profesionalitas kerja para aparatur negara. “Selama ini kita hanya memberikan pelatihan singkat, setelah kita evaluasi ternyata tidak cukup sehingga kita menggandeng UGM,” tuturnya.

Martin mengatakan pihaknya akan menggandeng beberapa fakultas di lingkungan UGM, namun sementara ini pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran hewan. Pemerintah Timor Leste berencana mengirim calon mahasiswa untuk dididik sebagai calon dokter hewan. “Kita membutuhkan sekitar 32 calon dokter hewan, 10 orang sudah dikirim ke Universitas Udayana. Sekitar 10 atau 20 orang lainnya akan dikirim ke sini,” ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil kerja sama yang sudah ditandatangani tersebut. Selain kerja sama di bidang akademik, kata Isrina, FKH UGM mengajak pemerintah Timor Leste untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan one health untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular dari hewan ke manusia. “Teman-teman dari Timor Leste bisa bergabung dalam program one health sebagai isu global untuk menanggulangi penyebaran penyakit menular dari hewan,” pungkasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson;foto:Firsto)

 

Sumber : ugm.ac.id

Penulis

foto Admin
Admin
EventKampus

Artikel Terkait

Share

Komentar